Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI ke 29

Kemarin (20 Oktober 2012) baru saja diselenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) di Bandung. Pertemuan kali ini mengusung tema Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Ketahanan Pangan dan Energi. Tema yang cukup relevan dengan kondisi Indonesia yang sekarang ini sedang tidak tahan pangan dan tidak tahan energy (terutama listrik) terbukti dengan semakin tidak terbendungnya impor pangan dan byar pet-nya listrik di banyak lokasi di negara ini.

Ada 4 pembicara pokok yang membuka pertemuan kemarin, yaitu Dirjen SDA Kemen PU, Irjen Kemen PU, Prof. Sri Harto Br, dan Prof. Indratmo Soekarno. Dirjen SDA menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur SDA pada ketahanan pangan dan energy. Pak Dirjen menekankan tanpa dukungan infrastruktur yang baik maka mustahil untuk mencapai ketahanan pangan dan energy. Oleh karena itu Ditjend SDA sedang dan akan membangun jaringan irigasi dan beberapa waduk baru sebagai dukungan program tersebut. Pembicara kedua, Bapak Irjen SDA menyampaikan tentang pengelolaan sungai untuk rakyat, lingkungan dan masa depan bangsa. Beliau mengambil contoh dari Korea, yang berhasil merestorasi sungai-sungainya sehingga rakyat Korea kini bisa hidup harmonis dengan sungai. (Cek http://www.4rivers.go.kr/news/eng/ ).

Sementara itu, Prof. Sri Harto Br menyoroti tentang penggunaan Hidrograf Satuan Sintetik di Indonesia. Prof Sri Harto juga mengkritisi tentang beberapa penyimpangan yang terjadi antara hasil perhitungan Hidrograf Satuan Sintetik dengan hasil perhitungan data lapangan. Pembicara terakhir Prof. Indratmo Soekarno banyak mengkritik tentang penyelenggaran pendidikan teknik sipil khususnya sumberdaya air, bagaimana para lulusan teknik sipil masih jauh panggang dari api. Beliau juga menyoroti kurikulum jurusan teknik sipil yang semakin berkurang porsinya untuk kuliah sumberdaya air. Selain itu semakin menjamurnya universitas swasta yang membuka jurusan teknik sipil namun hanya asal-asalan saja sehingga output yang dihasilkan pun kurang berkualitas tidak lepas dari kritik pedasnya.

Di ruang diskusi yang dibagi menjadi 5 kelompok banyak disampaikan materi mengenai potensi-potensi tenaga listrik di Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro layak dibangun di berbagai wilayah seperti, Aceh, Jawa Timur, Maluku dan Papua. PLTMH memang sedang booming di beberapa lokasi terutama di luar Jawa yang supply listriknya tidak stabil. Di saat harga minyak dunia melambung dan waduk sebagai infrastruktur PLTA belum mampu dibangun maka PLTMH-PLTMH diharapkan menjadi alternatif penyedia energy listrik di wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik terutama di luar Jawa.

One response to “Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI ke 29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s