Rekonsiliasi PSSI, Semoga Berhasil !!!

Ya, dulu saya pernah menulis tentang liga primer yang bisa menjadi alternatif dari liga super. Namun ternyata keadaan tidak sesuai dengan yang diharapkan, janji-janji dari liga primer tidak terrealisasi. Banyak klub abal-abal yang tidak layak bertanding berlagadi liga utama. Puncaknya, PSSI baru yang berasal dari kubu LPI malah mengharamkan liga super dan melegalkan liga primer. PSSI baru juga bertindak semena-semena dengan melarang pemain liga super berlaga di Timnas.

Terus bagaimana memulai rekonsiliasi PSSI pasca dibentuknya Komite Gabungan PSSI (yang katanya belum bekerja karena SK dari FIFA belum turun)? Langkah awal sudah benar yaitu dengan adanya komite gabungan. Tugas berat dari Komite Gabungan adalah menyelenggarakan kongres untuk menyusun statute dan membentuk pengurus baru PSSI yang bisa mengakomodir dua pihak yang bertikai (PSSI dan KPSI). Kongres seperti yang terjadi kemarin-kemarin was something disgustin karena dua pihak saling memaksakan pendapat teriak-teriak seperti orang-orang tak beradab hingga akhirnya PSSI pecah. Semoga saja kongres yang akan diselenggarakan oleh Komite Bersama akan lebih berkualitas (walaupun orang-orangnya ya itu2 saja) .

Yang tidak kalah pentingnya adalah menyatukan Liga Super dan Liga Primer yang selama ini menjadi slilit sepakbola Indonesia sampai-sampai pemain Liga Super dilarang bermain di Tim Nasional. Mengapa liga utama harus disatukan dan bagaimana menyatukannya? LIga utama harus satu untuk menjaga kualitas persepakbolaan Indonesia. Dimana hubungan satu liga utama dengan kualitas sepakbola? Anda tahu, dengan dua liga utama maka dengan otomatis ada dua divisi utama, dua divisi satu, dua divisi dua, dan bahkan dua divisi 3. Klub-klub yang seharusnya belum pantas masuk ke suatu divisi dengan mudahnya masuk karena banyaknya slot yang diisi, dengan istilah lain dapat jatah gratisan. Memang sih, secara jumlah klub akan lebih banyak tapi secara permainan mereka belum pantas. Ambil contoh divisi utama, klub-klub dari kabupaten-kabupaten yang seharusnya masih di divisi 1 karena kuliatasnya masih kurang sudah bisa berlaga di divisi utama, bukankan berbahaya sekali? Hasilnya, permainan kualitas tarkam, kacau, dan hancur-hancuran. Belum lagi factor lain seperti stadion, infrastruktur pertandingan, supporter dan lain-lain masih banyak lagi.

Lantas bagaimana menyatukan Liga Super dan Liga Primer. Tidak semudah membalik telapak tangan. Liga Super ada 18 klub sementara Liga Primer ada 12 klub. Bagaimana menyatukan dua jumlah yang berbeda? Memang harus ada pihak yang mengalah. Secara persentase yang paling adil adalah mengambil setengah klub liga super (peringkat 1 sampai 9) dan setengah klub liga primer (peringkat 1 sampai 6).

Namun itu baru menghasilkan 15 klub (menurut saya yang paling ideal adalah format 18 klub seperti Liga Super sekarang). Tambahan 3 klub lagi diambil 1 dari liga super dan 1 dari liga primer. Itupun masih kurang 1, karena itu mungkin perlu 1 pertandingan playoff antara klub klasemen terbawah Liga Primer dan Liga Super yang memenuhi syarat. Klub sisa Liga primer dan Liga Super dengan otomatis terdegradasi ke divisi utama, memang ada degradasi besar-besaran namun harus diingat bahwa dulu juga ada promosi gratis. Inilah yang menuntut keikhlasan dan kebesaran hati dari klub-klub yang terdegradasi untuk mengorbankan egonya demi kepentingan sepakbola Indonesia ke depan (semoga bisa). Langkah ini bisa diterapkan ke divisi-divisi dibawah liga utama sehingga didapat klub-klub yang benar kompetitif untuk mengisi divisi yang ada.

Semoga berhasil PSSI!!!

Source :

http://bola.kompas.com/read/2012/06/21/05393872/Komite.Bersama.PSSI.Bekerja.Akhir.Juni
http://www.tribunnews.com/2012/06/20/pssi-belum-tentukan-format-kompetisi-musim-depan
http://www.goal.com/id-ID/results-standings/159/indonesia-super-league/table
http://www.goal.com/id-ID/results-standings/277/indonesian-premier-league/table

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s