The Lost Symbol

Akhirnya saya menamatkan novel tebal ini. 705 halaman tepatnya. Dan seperti karya Dan Brown sebelumnya, saya tidak bisa berhenti membaca sejak saya mulai dari halaman pertama. Setiap alur cerita pasti menimbulkan pertanyaan bagaimana kelanjutannya. Seperti Davinci Code, novel ini juga menyajikan teka-teki yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Walaupun ini cerita fiksi, namun Dan Brown berani menjamin bahwa organisasi, ilmu pengetahuan, karya seni, monument, dan semua ritual yang dilakukan di dalamnya adalah nyata adanya. Ini selalu menjadi keunggulan Dan Brown sebagai penulis thriller karena risetnya pasti mendalam dan tidak main-main.

The Lost Symbol bercerita bagaimana seorang Robert Langdon (pasti sudah anda ketahui siapa) yang berusaha memecahkan sebuah misteri untuk menemukan sebuah symbol rahasia yang konon berisi ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan kuno. Jika jatuh ke tangan yang baik maka itu bisa sangat berguna bagi manusia, namun jika jatuh ke tangan yang jahat sama saja dengan kerusakan dunia ini. Robert Langdon melakukan itu bukan tanpa tekanan. Dia harus melakukan itu karena Peter Solomon, teman Freemasonnya, sedang terancam jiwanya. Keterlibatan CIA menjadikan cerita semakin rumit dan menarik.

Dalam novel ini saya pikir Dan Brown ingin membersihkan nama Mason, dan Negara Amerika dari segala macam tuduhan yang beredar dewasa ini bahwa mereka ingin menciptakan Tatanan Dunia Baru dengan berbagai cara konspirasi yang canggih. Hal ini bisa berarti semacam propaganda tandingan yang paling efektif untuk mengkounter segala pemberitaan buruk tentang Negara Amerika dan organisasi yang berada di belakangnya (Mason).  Menurut saya sah-sah saja, tergantung anda mau bersikap bagaimana. Dan Brown tidak memaksa anda untuk mempercayai semua hal dalam novel ini.

Ada hal unik disini karena Dan Brown berusaha menampilkan paham yang pernah beredar di tanah Jawa yaitu “manunggaling kawula gusti” . Manusia bisa mencapai level ketuhanan. Tentu saja hal itu tidak ditunjukkan secara gamblang, namun tetap bisa anda pahami dari beberapa cerita dalam alurnya.  Novel ini banyak dipengaruhi Alkitab, sama seperti  Da Vinci Code. Namun kali ini Dan Brown seperti ingin merangkul lebih banyak agama untuk bergabung menjadi satu. Dia seperti ingin mengatakan bahwa semua agama mengajarkan hal yang mirip dan bertujuan yang sama.

Finally, selamat membaca novel ini. Saya yakin anda pasti akan menemukan minimal 1 hal yang akan membuat anda terkejut dan anda pikir sangat tidak masuk akal.

2 responses to “The Lost Symbol

  1. hahaha.. kamu duluan yang punya, aku duluan yang selesai.
    aku selesai baca pas selasa minggu kemaren, sampe bela2in sehari bolos dari proyek.. psst, jangan bilang2, he.. :p
    novelnya sih seperti novel Dan Brown lainnya, gak bisa ditaruh sebelum selesai. Cuma menurut aku sih masih kalah sama Da Vinci Code. keliatan sekali Dan Brown ingin menulis yang sejenis Da Vinci Code, namun hasilnya malah kayak Deception Point.
    udah pernah nonton National Treasure?
    itu yang aku bayangin pas baca novel ini..🙂

  2. abisnya ga sempat2 baca, minggu kemaren malah jalan2 ke cirebon. Deception Point endingnya agak sedikit bisa ditebak. kalo ini mikir dikit lah,hehehe. yep, mirip National Treasure, tapi kalo National Treasure emang harta karun beneran. hmmm,,emang Da Vinci Code lebih menantang sii ;))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s