Etika Engineer

Di FT UGM, kalo akan wisuda, para mahasiswa diwajibkan mengikuti kuliah etika engineering, termasuk saya. Kuliah etika engineering ini dimaksudkan untuk membekali para engineer muda (busyettt) agar beretika di dunia kerja kelak. Kuliah etika engineering musim wisuda kali ini saya piker berbeda dengan sebelumnya, karena ditambah dengan program dari ECC (engineering career center). Ndak tau juga, tujuan temen2 ikut kuliah ini, mau sekedar ngisi presensi, dengerin presentasi, nyari makan siang, ato malah mau nonton MC nya (Ajeng, TI, 2004😆 ).

Hari pertama kuliah ( kamis ) diisi oleh pembukaan oleh Pak Hary Sulistyo (Wadek). Pak Wadek menjelaskan bahwa sarjana2 dari UGM kurang bisa “menjual” diri dan itu berlangsung sejak jaman dahulu kala. Thats why diadakan acara ini sebagai awal untuk membuka wawasan para engineer muda (busyet lageeeee) . Sesi selanjutnya dibawakan oleh Pak Basuki sesi etika engineeringnya. Agak membosankan sesi ini sehingga satu kelas rame ngomong sendiri😉 .

The next speaker adalah Bu Novi, seorang psikolog yang sekarang kalo ndak salah jadi HRD Dagadu. Namun sebelum Bu Novi di awali dengan sambutan Mas Nurhadi, ketua ECC . Beliau menjelaskan tentang visi dan misi ECC UGM, yang intinya ingin membantu para sarjana baru mendapatkan pekerjaan. Selain itu juga untuk memperkuat jaraingan alumni agar tidak kalah dengan ITB dan UI.

Lalu Bu Novi melanjutkan mengenai hal2 umum yang perlu diketahui tentang proses rekruitmen tenaga kerja. Mulai dari membikin lamaran kerja, tes tertulis, tes wawancara. Nampak sekali beliau sangat menguasai bidang ini karena menurut saya sudah lama malang melintang di dunia rekrutmen. Nampaknya nasehat seorang psikolog, HRD sama saja bagi para jobseeker, yaitu kenali diri sendiri dan promote diri anda ke orang lain. Hal itu selalu saja saya baca dan dengar. NAmpak sangat mudah diucapkan, tapi kadang sulit dilakukan bagi sebagian orang (termasuk saya kayaknya😆 ). Setelah BU Novi acaranya adalah makan siang (yang ditunggu). Kemudian dilanjutkan 2 sesi lagi dari sebuah perusahaan tambak udang di Palembang dan dari Indo Tambang Raya Megah. Saya tidak mengikuti sesi ini karena harus mengerjakan sesuatu di tempat lain 😀 .

Hari kedua (jumat) saya terlambat 10 menit. Presentasi sudah dimulai. Kali ini dari PErtamina EP. Pembicaranya Pak Edi Purnomo (Vice President Pertamina Exploration), lulusan Geologi UGM. Pak Edi ini smangat sekali berpresentasi, seperti seorang motivator saja. Beliau banyak bercerita tentang pengalaman2, kehidupan, dunia kerja, Pertamina, Cerita masa lalu dll. Nampak sekali peserta sangat antusias dengan sesi ini, tapi karena waktunya terbatas maka banyak pertanyaan yang belum sempat disampaikan. Selanjutnya masih dari Pertamina EP, tapi saya lupa namannya. Beliau ini yang banyak bercerita tentang etika engineering, terutama etika di Pertamina EP. Tapi nampaknya peserta kurang antusias dengan sesi ini😆

Ditutup dengan pembicara dari Garuda, tepatnya vice president Garuda Maintenance. Ini berisi rekrutmen yang akan dilakukan Garuda Maintenance, dan prospek karir bekerja disana. Namun……..karena nampaknya orang Sipil tidak dibutuhkan, cabut deh saya……keluar ….ambil makan siang😆

N then………masihkah engineer perlu etika atau masih beretikakah para engineer????

One response to “Etika Engineer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s