BanyuGeni, Inovasi Energi yang Qurani

Tulisan ini secara tidak langsung berkaitan dengan postingan sebelumnya tentang pembatasan BBM atau lebih mudahnya keterbatasan uang negara untuk menyubsidi BBM.

Pagi ini saya mendengar berita dari radio dan langsung saya cek ke kedaulatan rakyat, tentang penemuan energi baru oleh UMY, yaitu Bahan Bakar yang berasal dari air laut. Bahan Bakar ini dinamai BanyuGeni. Artinya air api, air yang bisa menghasilkan api. Pikir saya, “hebat sekali” . Hebatnya lagi, para peneliti  UMY melakukan penelitian ini dengan berlandaskan Al Quran. Pikir saya “pas lah, UMY kan Universitas Islam😉 ”

Walaupun saya belum melihat dengan mata kepala saya sendiri, berita yang ditulis Kedaulatan Rakyat itu sangat meyakinkan dan menjanjikan menurut saya. Kalau memang benar BanyuGeni seperti yang dituliskan itu, maka kita boleh optimis bahwa masalah bahan bakar di negeri ini sudah ada solusinya.

Untuk lebih lengkap dan jelas tentang BanyuGeni ini, berikut saya ambilkan dari sumbernya langsung

BAHAN bakar air? Kedengarannya aneh. Maka wajar jika menimbulkan pertanyaan. Namun jika umat Islam memahami makna-makna yang terkandung di dalam Alquran, sebenarnya hal itu bukanlah sebuah kemustahilan.
Seperti disebut Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori, berasal dari mencerna apa yang termaktub di dalam surat At-Thur (6) yang mengatakan perhatikan laut yang berapi, surat Al-Anbiya’ (30)….. Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu hidup serta At-Takwir (6) ”Dan apabila laut dipanaskan” inilah kehadiran bahan bakar air dimulai. ”Tentu dengan melakukan penelitian dan pengembangan yang cukup panjang. Saat ini telah diketemukan teknologi yang mampu memproduksi bahan bakar dengan bahan baku air (hidrofuel). Produk ini hasil penelitian UMY,” jelas Khoiruddin, Selasa (12/2).
Tentu bukan tanpa alasan bagi UMY dengan kajian dan melakukan penelitian tersebut. Tak semata-mata beratnya beban pemerintah yang terus mengalami defisit anggaran dan tingginya subsidi pemerintah untuk BBM yang terus menanjak. Apalagi untuk tahun 2007 lalu, tambah Khoiruddin, sudah mencapai Rp 50,64 triliun.  Ketika bahan bakar dari minyak bumi dan batubara bukan hanya makin sulit diperoleh namun menyisakan emisi gas yang berbahaya bagi kesehatan, pelbagai alternatif harus dilakukan. ”Fakta ini menimbulkan kesadaran peneliti UMY untuk melakukan eksplorasi terhadap sumber bahan bakar baru,” kata Khoiruddin didampingi Ketua BHK UMY, Achmad Ma’ruf SE MSi.
Rabu (13/2) hari ini, kehadiran banyugeni akan dikenalkan lewat soft-launching yang akan dihadiri Bupati Bantul Idham Samawi.
Banyugeni
Perjalanan panjang yang dilakukan tim peneliti Drs Purwanto, Ir Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir Tony K Haryadi MT, Ir Lilik Utari MS dan Dra Nike Triwahyuningsih MP ini kini menghadirkan hidrofuel. Dan ini sebenarnya, bisa menjadi jawab atas ‘tantangan’ Presiden SBY akan kehadiran bahan bakar air, beberapa waktu lalu.  ”Produk hidrofuel hasil penelitian UMY ini telah dipatenkan dengan nama banyugeni,” kata Ma’ruf.
Produk hidrofuel ini memiliki varian berupa hidro-kerosene (setara minyak tanah), hidro-diesel (setara solar), hidro-premium (setara bensin) dan hidro-avtur (setara bahan bakar jet). Ke depan, sebut Ma’ruf, akan dikembangkan produk lain yang memiliki keunggulan lebih dari varian yang ada saat ini. ”Produk ini sudah diuji PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen. Hasilnya, ke-4 varian banyugeni telah memenuhi standar Ditjen Migas,” tambah Ma’ruf.
Hasil ujicoba menunjukkan jika hidro-kerosene dapat langsung digunakan untuk menyalakan kompor minyak tanah, lampu minyak atau petromak. Hidro-diesel dapat langsung digunakan pada mesin diesel atau mobil dengan bahan bakar solar. Sementara, hidro-premium dapat langsung digunakan pada mobil, motor dan mesin berbahan bakar bensin serta pesawat aeromodeling. Sementara, hidro-avtur telah diujicobakan pula pada mesin berbahan bakar jet (jet-fuel), misal untuk pesawat aeromodeling.
Penelitian ini memang akan terus dikembangkan. Tidak hanya pada level laboratorium namun menurut Kepala BHK UMY juga level industri. ”Sehingga akan dapat memenuhi kebutuhan energi sektor transportasi, sektor industri dan sektor rumahtangga dengan harga murah,” kata Ma’ruf. Apalagi bahan bakar ini juga bisa dikatakan tidak merusak.
Seperti pengujian terhadap hidro-kerosene memperlihatkan bahwa bahan bakar rakyat tersebut selain tidak korosif, tidak beracun dan tidak beremisi bahkan tidak meninggalkan asap jelaga yang berlebihan. Seperti dalam pengujian untuk hidro-premium hasilnya menunjukkan sangat tidak korosif atau tidak menyebabkan karat, skala copper strip corrosion 1a. Juga tidak meninggalkan residu karena hanya 0,5%vol dari maksimal 2,0%vol yang diizinkan. ”Selain itu kandungan bahan pencemar dari emisi bahan bakar ini sangat rendah. Antara lain kandungan sulfur hanya 0,03%wt dari maksimal 0,05%wt yang diizinkan. Sedang kandungan timbale (Pb) hampir nol dari maksimal 0,013 yang diizinkan,” jelas Ma’ruf.
Ma’ruf dan juga Khoiruddin mengakui, implikasi  produk ini sangat luas. Pengurangan beban biaya produksi semua sektor dan secara langsung bisa menghemat anggaran untuk subsidi BBM. ”Yang paling penting, ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan kelompok apalagi golongan,” jelas Khoiruddin Bashori. (Fsy)-z

45 responses to “BanyuGeni, Inovasi Energi yang Qurani

  1. sorry OOT, istilah banyugeni inget dulu waktu sering baca novel wiro gendeng sableng, mungkin salah satu jurusnya dinamain banyugeni:mrgreen:

    coba ugm yg menemukan…
    *berandai-andai*

  2. @anton
    kata pak ma’ruf pada berita diatas, harganya murah. terus saya ambil kesimpulan harganya lebih murah daripada BBM sekarang🙂

    @herr
    loh, mas herr penggemar mas wiro to😆
    wah, UGM nampaknya harus lebih banyak belajar ni mas😉

  3. maaf bukan pesimis
    ini versi lokal dari blueenergy yang presiden sby lihat di Bali ?
    semoga kenyataan, bukan seperti dana revolusi atau uang nusantara yang katanya ada di swiss

  4. @El-toro
    Pesimis boleh mas.Makanya tulisan saya ada yang pake warna merah.Tapi saya merasakan optimisme dari para penemunya.Smoga memang benar seperti yang diberitakan itu.

  5. Ass wr wb
    1. hati2 mengartikan Al qur’an…jangan asal caplok,,ntar malu sendiri……di Al quran tertulis bukan air bisa berubah menjadi energi,,,tetapi air bisa dialirkan dan menjadi energi (misal PLTA)
    2. memalukan dan cenderung kebohongan publik…
    3. di haidst, kalau orang marah (api) maka wudlulah (air) jadi air dan api bertolak belakang…..
    4. penelitian tentang air,,adalah merubah air menjadi H2 (gas), sedangkan banyugeni merubah menjadi cairan energi….jelas tidak masuk akal
    5. ada unsur jin didalamnya,,,pasti…..
    6. dan keempat peneliti itu tidak ada satupun yang punya begron tentang energi atau mesin…..(malah ada yang ahli pertanian aneh too)
    7. ini kayak penipuan atas nama Al Quran dan kyai dan merupakan pembodohan
    akademik
    wassalam
    wassalam

  6. Ass wr wb
    1.salut pada mas Handoko yang sudah ahli menafsirkan al Qur’an, mengalahkan rektor UMY.
    2.riset universitas merupakan kebohongan publik???
    3.salut lagi, mas Handoko sudah sangat ahli menafsirkan hadis
    4.akalnya siapa mas???
    5.wah2, berarti mereka itu dukun???
    6.melihat gelarnya, mungkin ada yang dari pertanian, tapi ada juga yang dari engineering.
    7.tidak ada yang mau menipu kayaknya

    saya hargai pesimisme mas Handoko
    wassalam
    wassalam

  7. buat mas handoko:

    anda kok bisa2 nya menuduh mereka menggunakan JIN?? atas dasar apa sehingga anda tidak percaya bahwa air menjadi bahan bakar??

    apakah anda sudah mendalami teorinya atau belum??

    yang anda sebutkan tentang merubah air menjadi H2 adalah suatu proses lain, anda benar tentang hal ini. Air memang bisa diolah menjadi H2, dan menjadi sumber energi, tapi ini tentunya membutuhkan “mesin” atau ruang bakar yang berbeda, tidak bisa dimasukkan begitu saja ke mesin konvensional yang biasa menggunakan bensin/pertamax. pengolahan air menjadi H2 tentunya hanya bisa digunakan pada mesin2 yg dirancang untuk berbahan bakar hidrogen.

    sedangkan yang dilakukan oleh UMY adalah benar2 merubah air, menjadi bahan bakar senyawa hodrokarbon. kalo anda ingin infonya lebih jelas, bisa googling dengan keyword “synthetic hydrocarbon”. intinya, air yang rumusnya H2O itu direaksikan salah satunya dengan cara “menangkap carbon”. ada beberapa cara menangkap karbon, saya juga tidak tau UMy pake cara yang mana, tapi intinya ini TERBUKTI BISA DILAKUKAN. hasilnya adalah berupa senyawa hidrokarbon yang komponen dasarnya tentunya adalah H dan C. hasilnya tinggal dimasukkan ke tangki bahan bakar kendaraan konvensional, karena pada dasarnya banyugeni sudah merupakan “bahan bakar”

    apakah cukup jelas?? atau anda tetap berpikiran sempit dan memandang penemuan UMY ini melibatkan JIN atau ilmu sihir??

    coba lah berpikir lebih logis, cari info lebih lanjut… hari gini ada internet bisa dengan mudahnya cari info..

    ingat, coba googling cari keyword “synthetic hydrocarbon”

  8. Ass…
    makasih atas komentarnya……(terutama yang telah tersilaukan oleh kebohongan………seorang kyai penipu)
    1. ini memang seperti dana revolosi,,,or bisnis investasi…kebohongan publik atau seperti jemanni (50% nyata 50% boong)
    2. Mas-mas telah terhipnotis dengan euforia energi terbarukan….
    3. mohon mas2 download tentang H2 terbaru dariJepang or Amerika…..hal tersebut memang mungkin dilakukan,,tetapi biaya kemasannya dan pembuatannya sangat mahal sehingga tidak ekonomis
    4. air memang bisa dicampur dengan bensin (seperti di Palu)..tetapi fungsi air bukan merubah/meningkatkan energi,,,,,fungsi air hanya sebagai pengahalus bahanbakar fosil
    5. dan saya tau persis bahwa keempat orang dosen saya tersebut tidak melakukan penelitian,,,,tetapi hanya nyantol aja…..dan beliau 4 tidak tau isinya alat yang dibuat pak joko (= blue energi). jadi beliau berempat babarblas ora melakukan penelitian…..coba tanya aja ke salah satu (dari kekempatnya)…selalu mengtasnamakan masih rahasia…..(persis seperti menjanjikan dana revolosi)
    jadi cenderung duplikasi
    6. sebelum ke UMY, oleh pak joko sudah ditawarkan ke ITB dan UGM, kemudian UGM membuat tim untuk menganalisis alat tersebut. akhirnya ahli2 energi UGM merekomendasikan ke pak rektor UGM-“hati2 pak ini tidak masuk akal, mungkin penipuan”
    7. alat tersebut baru ada merek dagangnya saja (depperdagangan nganjuk),,,,dan sudah lebih dari 3bulan dijanjikan dipatenkan…….Kata orang dalam HAKI, alat tersebut tidak memiliki kaidah2 metopen…
    8. memang rektor UMY, mungkin telah kepincut,,,dan maaf mungkin tersilaukan….yang namanya menteri aja bisa tersilakan apalagi cuma rektor…….
    Handoko
    Wassalam

  9. makasih semau masukannya
    1. secara teori bisa air menjadi H2,,,tetapi secara percobaan baru dilakukan di Jerman sekitar tahun 2005 dan masih skala Laboratorium
    2. saya sudah ketemu langsung peneliti dari UMY tersebut, dan ternyata beliau sama sekali tidak tau,,,,,,,,yang tau hanya pak JOKO (dari nganjuk),,mungkin terjadi fait a comply
    ……
    3. bukan saya ndak percaya sama UMY,,,,atau bahkan berpikiran sempit,,,,,,,,,saya juga memahami ini berdasar diskusi ilmiah dengan teman2 yang punya latar belakang energi……saya hanya mencoba meluruskan mas/mbak…..agar tidak terlibat euforia,,,,ntar kecewa looo…….
    4. kasihan al Quran,,,,,kalau diterjemahkan salah,,,,maka Al qur an dikira salah,,kan kasihan…….
    wassalam

  10. 1. itu memang anginsurga mas…
    belum ada launcing alat di UMY…… ..
    hanya launching informasi aja,,,semacam press conference…..
    2. Alat tersebut sama sekali tidak ada di laboratorium UMY,,,,coba cari aja sampai blusukan,,ngak ada,,,,
    3. itu hanya sedikit hiperbola,,kayaknya UMY diboongin oleh penemunya untuk mengeruk/investasi aspal (asli tapi palsu)
    4. di UMY sendiri 95% menolak penelitian itu,,,,(karena tidak masuk akal,,dan cenderung boong),,,,yang setuju hanya empat(yang satu sudah mundur) ,,,,he,,he tinggal tiga peneliti itu dan pak rektor yang tersilaukan
    5. emang jujur terjadi miss manajeman di UMY tentang penelitian itu,,,
    6. maaf semuanya kawan,,,,kawan ,,,,,,,telah terjadi,,,,miss informasi dari kami UMY

  11. Buat mas handoko

    1. Apa anda tidak tau kalo sudah ada mobil yang ber bahan bakar H2 (hidrogen) ?
    Nah loh di TV aja udah di iklan kan.
    2. Anda lupa ya, banyak penemuan yang mana si penemu bukan profesor, dan bahkan
    di dunia pendidikan formal tidak di akui.
    Contohnya :
    si Einstein, dia bahkan tidak pernah kuliah sama sekali. Malah dia jadi
    bapak fisika dunia.
    si bill gates, malah dikeluarkan dari OXFORD
    Ga usah jauh-jauh, kemarin 2007 sudah ditemukan kompor air, yang berbahan
    bakar campuran antara 9 liter air dan 1 liter minyak tanah.
    Si penemu juga cuman lulusan sarjana teknik elektro, bukan seorang profesor.
    juga bukan ahli kimia.
    ini link nya:
    http://www.liputan6.com/news/?id=151398&c_id=7
    http://www.sinarharapan.co.id/berita/0704/14/eko08.html

    3. Jadi untuk menemukan sesuatu tidaklah harus punya background formal.
    Apalagi anda mengait-kaitkan dengan JIN. Wah… saya pikir anda termasuk orang yang kurang wawasan. Jadi saran saya cobalah untuk membuka fikiran.

  12. saya kebetulan kenal dengan orang lingkaran pertama yang dekat dengan Pak Joko, “penemu” banyugeni. sejauh yang saya dengar dari beliau, yang kebetulan adalah guru besar emiritus di UGM, “penemu” banyugeni adalah Pak Joko. adapun UMY sekadar melakukan penelitian mengenai penjelasan ilmiah dari temuan tadi. ini sekaligus menjelaskan bahwa UMY bukan pereka banyugeni, melainkan sekadar meneliti dan menjelaskan temuan yang sudah jadi. berkenaan dengan “kerahasiaan”, saya kira persoalannya memang tidak semudah “kita menemukan sesuatu kemudian sesuatu itu bisa langsung berguna”. switch dari bahan bakar fosil ke bahan bakar alternatif kan bukan hanya soal determinasi harga, melainkan “kultur”, kebiasaan, alat, dan sebagainya. jadi, bukan lagi masalah teknologi, tapi soal psikologisme dan macam-macam, terutama ekonomi politik. memangnya para raksasa industri minyak akan diam saja jika ditemukan bahan bakar alternatif yang lebih murah dan melimpah daripada bahan bakar fosil? nalar ekonomi sederhana saja jelas akan menolaknya (mereka pasti bereaksi negatif). dalam kaitannya dengan banyugeni, saya kira lebih produktif jika obrolan kita fokus ke “wacana”-nya (dalam hal ini bahan bakar alternatif hidro), bukan ke “politik wacana”-nya (seperti jin atau lain-lainnya). saya sendiri berpendapat, dalam kaitannya dengan banyugeni, risetnya harus sangat mendalam dahulu sebelum temuan itu secara gegabah dikomersilkan. mudah-mudahan UMY tidak silau dengan dolar.

  13. mengenai al quran, saya sepakat dengan mas handoko. ilmu pengetahuan tidak diturunkan dari al quran (ayat kauliyah), melainkan dari kejadian (ayat kauniyah). apapun yang ada di dalam al quran sifatnya hanya hipotesis. itulah sebabnya saya kira kenapa ayat yang pertama kali turun adalah IQRA. coba saja dinalar, apanya yang di-IQRA muhammad, lha wong al quran-nya saja waktu itu belum ada (dengan catatan yang kita maksud dengan quran adalah “buku” yang sebagaimana kini kita kenal). iqra bagi saya, yang bukan santri (dalam term geertzian), bukanlah membaca (tilawah), melainkan KAJI, mengkaji, menelaah, meneliti. jadi, gramatika yang disampaikan rektor UMY memang keliru. sebab, seolah banyugeni adalah produk membaca al quran (dalam ujud fisik buku). mana ada ilmu pengetahuan yang diturunkan dari membaca. nonsense. agar tahu ilmu mengenai unggas, ya dengan meneliti unggas, berguru kepada ayam, bebek, dan sebangsanya. sudah bukan waktunya lagi mengkonstruk seolah al quran adalah dasar atau sumber ilmu pengetahuan dalam mana ilmu pengetahuan diturunkan daripadanya. al quran memang bercerita mengenai berbagai bidang keilmuan, tapi tidak berarti ia adalah sumber diturunkannya ilmu. toh, kita sendiri menyaksikan kalau inang fisika adalah copernicus, galilei, dan newton; ekonomi yang kita pelajari diramu oleh quesnay, adam smith, marx, walras, hingga amartya sen. kenapa bukan orang islam? karena orang islam hanya membaca al quran dalam pengertian yang sangat ortodoz: tilawah. pantas saja ilmu pengetahuan ditemukan oleh orang-orang eropa. ilmu tuhan katanya tidak akan habis ditulis dengan tinta tujuh lautan bukan? padahal, al quran dalam ujud buku yang dicetak departemen agama bisa dicetak dengan sebotol tinta. sepertinya penalaran kita harus sangat terusik mengenai hal ini. sekadar meramaikan diskusi, meski agak keluar konteks.

  14. babar blas ra percoyo.ini banyu alias air>e,kalau banyu gendeng alias alkohol baru mungkin,tapi po iyo umy sampai menggunakan alkohol,yang katanya pakde kaum tetangga sebelah rumah saya alkohol itu haram.mbok do rasah ngoyoworo to mas. sekali lagi NDOBOOOOOOOOOOOSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!!!!!

  15. wah…rame sekali ternyata diskusinya..sampe dimana ni??? (mbolos, banyak ketinggalan…hahahhaha)
    senang sekali banyak temen2 yang care tentang masalah ini… (walaupun diskusinya agak mbleber2 ke mana2, hehehe)
    kalo saya simpulkan, ada dua kubu ni. gampangnya ada yang percaya dan tidak percaya…
    semuanya dengan argumentasinya masing2.

    @handoko
    kalo memang apa yang mas katakan benar, kenapa pihak UMY ndak klarifikasi ke masyarakat, lewat media cetak.
    kenapa harus begitu? karena kemarin pas launching juga lewat media cetak beritanya.

    @tan nugroho
    hmmm…pandangan anda bijaksana sekali…😉

  16. WAh ini kok bandingkan dgn einstein dan bill gates sgala…Sapa blg einstein g kuliah..sapa bilang bill gates dikeluarkan, dia keluar karena yang dia pelajari di kuliah terlalu lambat makanya dia milih otodidak. Mas jgn gampang percaya sebelum ada publikasi ilmiah, itu juga klo anda semua mengerti akan sains.. Apalagi klo dikaitkan dengan engineering, mas2 skalian akan pusing. taunya hanya H2 bisa terbakar doank jadinya sgala sesuatu serba mungkin…weleh2..Klo benar2 ada pasti segera direalisasikan, tapi??? kita bisa ditertawakan malingsia…

  17. Ya sudah sekarang jaman demokrasi, yang percaya percayalah, yang tidak percaya tidak percayalah, semua boleh bekoar. Wong jaman demokrasi pesakitan saja bisa jadi pengurus org. tingkat nasional, apalagi “cuma” ngomongin bahan bakar air. Kalo nanti “proyek ini berhasil penentangnya berendah hatilah, kalo gak berhasil pelaksananya ngakuin saja. Ini konsep yang dikembangkan ilmiah, jangan debat kaya anggota DP.

  18. mm, jadi sebenarnya yang bener ni sapa ya?,
    saya berharap banyungeni itu ada dan benar2 terjadi dan juga memang betul. Tapi kalau lihat seperti ini jadi pesimis lagi… :((
    ayo donk di bukti in, jangan jadi berita nya doank….

  19. H20 = 2H + O
    Memang jika dipisahkan , akan mudah terbakar.
    Terpikirkah berapa energi yang akan digunakan untuk memisahkan?

    I’m standing inside of unbelieve circle, till this thing proven scientifically.

  20. Secara teori mungkin hanya saja untuk memisahkannya butuh energi. Masalahnya adalah efisienkah energi yang digunakan untuk mengolah air menjadi banyugeni dengan energi yang dihasilkan banyugeni?…………..
    Tapi dulu waktu kuliah teknik mesin dosen saya sering cerita tentang energi hydrofuel, hanya saja belum efisien beliau menganalogkan 100% banding 75% atau ada selisih kehilangan cost 25%.
    Seorang profesor Jepang yang ahli bio energy mengemukakan pendapatnya baru mungkin hydro fuel setelah 30 tahun lagi atau dengan kata lain meskipun kita harus rugi 25% tetapi karena sudah sangat minimnya cadangan minyak bumi atau bahkan habis sehingga harga minyak bumi 10 kali lipat harga sekarang. Menjadi menguntungkan mengembangkan hydrofuel.
    Menurut saya sekarang ini yang terbaik adalah mengembangkan biofuel… dari bahan yang ada disekitar kita misalkan: jarak, jerami, ketela pohon dll.

  21. Kebetulan dulu ketika masih kuliah di salah satu Instititut di Jatim, tema Tugas Akhir tentang BB2L atau bensin biru 2 langkah karena diperuntukkan khusus bagi motor 2 tak dan itupun ternyata hasilnya tidak memuaskan….. karena performance mesin menurun, proses pembakaran kurang stabil, mesin cepat panas dan yang lebih parah lagi kemungkinan untuk terjadinya knocking sangat tinggi ini yang paling berbahaya sebab dalam kondisi ekstrim menyebabkan patahnya tang piston. Meskipun dibarengi dengan kadar polutan yang rendah.
    Saya berharap diskusi semacam ini dikembangkan karena sebagai generasi muda kita yang menentukan arah bangsa biarkan orang tua berebut kekuasaan dan popularitas kita tunjukkan sebagai generasi muda kita mapu berbuat lebih baik untuk bangsa ini.
    Besar harapan rakyat untuk mendapatkan energi yang murah dan ramah lingkungan sehingga wacana langit biru dan global warming tidak hanya sebatas wacan politik belaka.

  22. Aneh juga itu ngomong panjang lebar tentang ayat-ayat segala macem, tapi nggak ada reaksi kimianya… Nggak zebo ah… Paling-paling juga ngibul buat dapet dana grant…
    Bikin aja feasibility study (FS) dan perencanaan pabriknya. Ni cukup kasih buat tugas akhir S1 teknik kimia, di salah satu Institut di Jatim, mas Shikha😀

  23. ngibul?
    wadouw… ga percaya anir jadi api liat aja di youtube, trus.. tuliskan kata “waterfuel”[ga pake petik]. prosesnya hampir sama dengan si banyugeni!
    overall, terus kembangkan yach.
    Bwt para yang belum percaya, ehm.. moga2 diberi pencerahan. heehehehee

  24. Mohon dimaklumi, kelompok Nganjuk (red: Joko Suprapto) memang sudah menyiapkan strategi dengan detail untuk menipu siapa saja. Mulai penggunaan energi metafisik, preman dan pengacara untuk melancarkan dan melindungi praktik penipuan. Wajar SBY dan UMY tidak siap menghadapi energi metafisik…. Beda dengan jamannya Soeharto dulu, kekuatan metafisiknya luar biasa. Jaman sekarang rasanya sudah makin langka menemukan orang yang berbuat kebaikan bagi lingkungan sekitar, adanya mengumbar keangkuhan dan kemarahan, …..so…hati-hati bila ada orang yang menawarkan kebaikan atau hal-hal yang kayaknya spektakuler tapi dengan embel-embel materi (uang) untuk mewujudkan impian tersebut. Selamat menjalani hidup dan yakin bahwa Allah tidak tidur, kuncinya berserah diri dan segala aktivitas yang kita lakukan hendaknya hanya semata-mata untuk mencari ridho dari Allah SWT. Selamat beraktivitas.

  25. akhirnya selesai sudah kasus banyu geni ini..semoga di masa depan tak lagi muncul “joko suprapto” yang baru.
    tapi semoga saja muncul sesuatu yang bener2 banyu geni(bukan banyu geni bo’ongan)..
    selesai sudah…

  26. o..iya mas,kita kan tau akhir dari banyugeni,tapi jika emang banyugeni itu palsu,lantas apa yang diuji oleh PT CoreLab?lalu yang diujikan ke motor,teplok dll itu apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s