Kajian PUSTRAL UGM tentang Bus Patas (TransJogja)

Kemarin saya membaca kedaulatan rakyat, masih tentang bus patas Jogja (TransJogja). Kali ini tentang kajian Pusat Studi Transportasi Dan Logistik (PUSTRAL) UGM. Punggawa PUSTRAL UGM, Pak Danang Parikesit dan Pak Heru Sutomo memaparkan hasil kajian PUSTRAL UGM tentang bus patas.

Sistem yang dikembangkan Pemprop DIY dan Pemkot Yogya terkait rencana operasional bus Patas di Yogya, terkesan memindahkan risiko finansial dari pengusaha ke pemerintah. Risiko finansial ini dimitigasi dalam bentuk subsidi pemerintah kepada pengusaha atau operator. Hasil kajian PUSTRAL UGM memperkirakan bahwa besarnya subsidi berkisar Rp 20 miliar atau sekitar 5 persen APBD Kota Yogya.
Angka itu tentu sangat besar bagi kota seperti Yogyakarta.

Sebagai perbandingan adalah Bus Trans Jakarta. Pemda DKI Jakarta menyediakan subsidi sebesar Rp 240 miliar dan diperkirakan akan makin besar saat semua koridor telah terbangun. Saat ini, subsidi Trans Jakarta mendapat tekanan besar karena dipandang mengurangi kebutuhan pembangunan yang lain, serta rawan terhadap penyelewengan karena pengawasan yang belum dapat diandalkan sepenuhnya.

Terus pertanyannya, kenapa harus ada subsidi???
Ya…subsidi dilakukan pemerintah untuk membayar bus patas jika pendapatan bus tidak cukup untuk membayar dirinya sendiri. Bus patas ini menggunakan sistem buy the service, sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya.

Pak Danang juga mengingatkan, masyarakat diperkirakan membayar lebih mahal dari harga saat ini, karena menikmati layanan bus berpendingin dan berhenti pada tempat yang ditentukan. Kondisi rute yang tidak memiliki prioritas diperkirakan tidak memberikan peningkatan kecepatan yang signifikan.

Prioritas disini sebagai contoh adalah jalur khusus seperti bus way di Jakarta. Menurut saya, sebenarnya hal ini mudah diatasi. Yaitu dengan memberi prioritas pada bus patas, misalnya tidak perlu berhenti pada saat lampu merah. Tentu ini barus sekedar ide dari saya, dan memerlukan kajian lebih lanjut. ( ada yang tertarik untuk judul skripsi??? 🙂 ) .

Pak Danang menambahkan, kajian Dinas Perhubungan tidak secara jelas menyebutkan peningkatan waktu perjalanan. Sementara dari sisi pengeluaran, operator akan memperoleh jaminan bagi produksi perjalanan yang dihasilkan. Kemungkinan besar dengan adanya halte yang tetap, akan diperoleh penghematan bahan bakar yang signifikan.

Permasalahan berikutnya adalah tentang feeder atau pengumpan.

Sistem feeder merupakan kunci keberhasilan sistem bus Patas yang akan diimplementasikan. Pengalaman Jakarta dan kota-kota yang menerapkan sistem Bus Rapid Transit dan sistem angkutan umum telah dengan jelas memperlihatkan bahwa sistem feeder harus dibangun bersama-sama dengan sistem utama.

Sebenarnya teman saya ada yang tengah menyusun skripsinya dengan topik sistem feeder bus patas ini. Namun saya belum tahu solusi yang dia tawarkan untuk sistem ini ( TA-nya belum selesai je).

Menurut saya, permasalahan tentang feeder ini adalah tentang tarif dan trayek.
Tentang tarif adalah bagaimana besaran tarif agar tidak terlalu membebani masyarakat karena kabarnya untuk naik bus patas tarifnya sekitar 3ribu sampai 4ribu rupiah. Jika tarif feeder juga sebesar itu, tentu masyarakat akan sangat keberatan. Untuk sekali jalan saja sudah 6ribu rupiah (sudah lebih dari harga 1 liter premium).

Sementara tentang trayek adalah bagaimana supaya trayek feeder tidak bertentangan dengan trayek bus patas dan juga tidak tumpukan. Apakah trayeknya akan diluar trayek bus patas atau masuk trayek bus patas namun hanya sebagian kecil??? well..kita tunggu saja realisasi dari pemerintah..

Catatan: Tulisan italic saya ambil dari Kedaulatan Rakyat, sementara tulisan biasa adalah tulisan saya.

6 responses to “Kajian PUSTRAL UGM tentang Bus Patas (TransJogja)

  1. btw, kapan toh bus TransJogja diluncurkan? wah klo harganya segitu mending mlaku wae…:mrgreen:

    >>>kabarnya akhir januari ini mas. besok tak cari info terbarunya. bener mas, bisa2 kalo harganya segitu jadi ndak laku🙂

  2. saya adalah pengguna bus kota di jogjakarta. ya walaupun ga terlalu sering. biasanya 2 minggu sekali. dari pengalaman saya, paling nyebahi nek bisnya ki medhot jalur. haruse muter tp ga muter. alasane biar rute lbh pendek. kebiasaan ini sering dilakukan nek pas sepi penumpang. ada lagi, salaing kebut-kebutan dan oyak-oyakan (kejar-kejaran) antar bus. khan serem tuh. ngebut tanpa kendali. saya berharap dgn adanya bus patas kelak, penumpang akan merasa lbh nyaman. kalo nyaman ga mslh walaupun mgkn harus membayar lbh mahal. konsep “buy the service” harus benar-benar diterapkan. mas ari dong ra dengan konsep “buy the service”??? hehehe.

    >>>wah..ada 2 ipx to, mas ini sapanya mas ipx van persie?😆 . saya juga berharap gtu mas. mari kita dukung brsama2😉 . mas ipx punya penjelasan tentang “buy the service” ? kalo ada yang lengkap ditulis disini aja mas😉

  3. Sorry OOT, saya dari dulu berharap Malioboro ditutup untuk kendaraan bermotor selain kendaraan umum. Jadi yg boleh lewat ya cuma sepeda, becak, andong, taksi dan bis kota (termasuk bis patas tentunya). Menambah masalah memang, tapi itu akan membuat Malioboro lebih bernilai. Angkutan umum juga jadi punya nilai jual lebih.

    Trus ada lagi impian saya, lapangan Kridosono jadi taman kota. Ide lama memang, nggak tau kapan diwujudkan. Tapi saya yakin itu akan membuat kota Jogja jadi punya nilai lebih lagi.

    >>>iya mas..dulu kayaknya pernah dicoba malioboro ditutup untuk kendaraan bermotor, khusus tiap hari minggu pagi. tapi ndak tahu sekarang masih jalan apa ndak. saya kira itu langkah awal yang bagus.
    untuk kridosono, wew, taman kota mas? mungkin ndak semuanya ya? yang di pinggir2 aja. lapangannya tetep dijaga. nanti anak2 pada mau maen bola dimana kalo ndak ada lapangan😉

  4. wah…kapan ni…transjogja…akn membelah jalanan jogja…?
    wah ntu haltenya…..ngeri ya buat para difabel….
    kemiringannya buat difabel terlalu mengerikan…^o^

  5. AssaLmu`alykum…
    boz…aku bisa minta data2 survey kecelakaan,density,ratio kendaraan bermotor & tak bermotor diindonesia g? coz kami mo ikut lomba inovasi dibidang manajemen transportasi gitu…?

  6. @tfn
    dephub sendiri belum berani menentukan tanggal operasinya mas. takut bakal molor lagi kayak kemarin. haltenya memang sebagian besar seperti itu mas, curam. tapi sebenarnya pemerintah sudah berjanji untuk menyempurnakan sih🙂

    @tfncivilugm
    wah…kalo data2 seperti itu saya ndak punya mas. sepengetahuan saya yang punya data adalah dinas perhubungan dan kepolisian. coba hubungi mereka. mungkin lembaga independen seperti PUSTRAL UGM juga punya mas. coba hubungi saja, sudah tau alamatnya kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s