PSS Bantai Persiraja

Sebenarnya postingan ini sangat terlambat. Karena pertandingan sudah berlangsung kemarin sore. Tapi tak apalah, saya merasa berkewajiban melaporkannya disini karena kebetulan kemarin menjadi saksi mata di MaguwoharjoStadium yang megah itu😆 .

Sebetulnya seharian kemarin saya tidak berniat untuk menyaksikan langsung di stadion, namun di menit-maenit akhir, tepatnya pukul 14.00 saya berubah pikiran. Saya berpikir ini pertandingan terakhir dan saya harus menyaksikan. Lansung saya sms teman saya yang tinggal di Prambanan, namun mengecewakan karena ternyata dia tidak mau menonton, males katanya. Ahhh…tanpa pikir panjang saya berangkat sendiri ke stadion yang hanya 5 menit dari rumah saya🙂 .

Setelah memarkir motor ( tentu saja membayar dulu ) saya langsung menuju loket untuk membeli tiket. Saya sempat bingung mau membeli tiket yang harga 10 ribu atau 15 ribu. Setelah menimbang cukup lama sayapun memutuskan membeli yang 15 ribu dengan harapan bisa menonton dengan lebih jelas karena bisa duduk di tribun timur ( kalau yang 10 ribu di belakang gawang ) . Tidak lupa saya membeli minuman dan cemilan untuk kerjaan saat half time nanti.

Untung saja cuaca bersahabat, tidak panas dan tidak hujan ( pawang hujaanya canggih🙂 ) . Saya melihat tribun utara sudah penuh dengan Slemania yang hijau-hijau. Sementara di tribun barat dan selatan masih banyak tempat yang kosong. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena menjelang pertandingan tribun-tribun itu sudah penuh terisi penonton ( kecuali tribun barat ) .

Peluit dibunyikan, pertandingan dimulai. PSS langsung tampil menyerang. PSS yang diperkuat 4 pemain asingnya menguasai permainan. Berbagai peluang dihasilkan namun belum berbuah gol. Baru pada menit ke 13, pemain asing PSS Niane Mamadou berhasil membobol gawang Persiraja. 1-0. Dengan gol itu pemain PSS semakin bersemangat untuk membobol lagi. Hasilnya pada menit 22, kembali Niane Mamadou dengan mudah menyarangkan bola ke gawang lawan. 2-0. Lalu dilanjutkan dengan aksi menawan pemain lokal Sleman Slamet Nurcahyo dengan aksi menawan memperdaya kiper Persiraja ( saya lupa namanya🙂 ) pada menit ke 27. 3-0 untuk PSS. Setelah gol ketiga itu PSS memperlambat tempo permainan sehingga permainan cenderung membosankan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, PSS kembali memperagakan permainan seperti pada awal babak pertama sehingga permainan enak ditonton kembali. Kembali, Slamet Nurcahyo berhasil menjaringkan bola ke gawang Persiraja 4-0 untuk PSS. Pada menit 84, Persiraja mendapatkan hadiah penalti setelah Antonio Telles dijatuhkan di kotak terlarang. Eksekusi yang diambilnya berbuah gol untuk Persiraja. 4-1. ( wah…tidak jadi cleansheet🙂 ). Pertandingan sore itu ditutup hattrick Niane Mamadou pada menit ke 89. 5-1 hingga peluit dibunyikan. Namun sungguh sayang, hari itu nampaknya bukan milik Gaston Castano karena tidak berhasil menghasilkan gol padhal peluangnya banyak. Nampak sekali dia frustasi.

Mungkin saja ini kemenangan terbesar yang pernah diraih PSS🙂 . Walaupun kemenangan ini juga tidak bisa mengantarkan PSS ke Liga Super setidaknya ini menjadi kado akhir tahun buat para Slemania, termasuk saya. Buat Slemania…terus kompak.. sambut musim depan dengan kekompakan. Buat PSS, siapkan tim sejak dini sehingga musim depan bisa lebih banyak “berbicara” .

One response to “PSS Bantai Persiraja

  1. MBANTE NENG TEP RA LOLOSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS

    >>>hehe..Lolos juga ndak punya duit j😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s