Akhirnya jadi juga saya nonton GIGI tadi malam. Sehabis maghrib berangkat dari rumah, harus menjemput teman saya ( ndak berani nonton sendiri
). Rencananya kami akan menitipkan motor di rumah teman saya di sebelah selatan kompleks Amongrogo (biar ndak bayar parkir
). Namun sebelum sampai dirumah teman kami, motor saya harus kehabisan bensin, tepatnya di perempatan Amongrogo, sehingga ndorong motornya ndak jauh ke rumah temen saya. Sampai di rumah temen saya, saya bingung harus ngisi bensin dimana, sudah jam 19.20, bisa telat kami. Untungya teman kami menawarkan membelikan bensin di SPBU terdekat, wah..sempat ndak enak juga. Tapi ndak papa lah, daripada telat, ndak kebagian tempat.
Kami langsung berjalan ke stadion, di perempatan Amongrogo saya baca spanduk lucu, “GIGI lukai hati kami”. Saya pikir itu dari Brajamusti, karena mereka memang tidak merelakan MandalaKrida untuk konser GIGI. Tapi saya ndak taulah, itu urusan yayasan MandalaKrida dengan GIGI Menejemen. Sampai di stadion jam 19.30, di luar stadion sudah beratus-ratus manusia. Pintu masuk juga sudah penuh sesak ( konser ini hanya menggunakan 1 pintu masuk), terpaksa kami harus berdesak-desakan. Diwarnai penyitaan Aqua oleh panitia, ahh…nonton konser ndak boleh bawa minum, repot. Tapi akhirnya kami ikhlaskan Aqua kami, toh penonton yang lain juga mengikhlaskan milik mereka
. Akhirnya kami berhasil masuk ke stadion. Wah..kami sudah sangat terlambat. Di depan panggung sudah dipenuhi manusia, padahal kami berencana untuk berada di garis depan . Akhirnya dengan terpaksa kami berdiri di samping area kameramen sebelah timur.
Panggung di desain huruf T, menghadap ke selatan. Lampu-lampu dengan daya bermega2 watt sudah ditempelkan di panggung. Dilengkapi dengan big screen di background dan di kanan kiri panggung, sound sistem yang mantab, hmmm… dahsyat juga panggungnya. Janji GIGI bener2 ditepati
.
Baca entri selengkapnya »